AJI PANGRACUTAN SUNAN KALIJAGA
SEKEDAR UTK MEMPERLUAS WAWASAN KEILMUAN.(Tidak untuk di amalkan tanpa bimbingan guru)
ILMU AJI PANGRACUTAN
ADALAH iLMU KASAJATINING URIP SUNAN KALIJAGA,BERBEDA DG AJI RAWA RONTEK ATAU PANCASONA
AJI PANGRACUTAN TAK BISA TERSENTUH ..
BILA TUBUH DI TUSUK DAN DI BACOK SENJATA APAPUN,MAKA TUBUH SECARA OTOMATIS BERUBAH SEPERTI RUH
SEHINGGA SENJATA LAWAN BISA MENEMBUS NAMUN TAK BISA MENYENTUH KULIT SEPERTI LAYAKNYA ORANG MENUSU GUMPALAN KABUT ATAU MEMUKUL BAYANGAN
MANTRA AJI PANGRACUTAN
꧋ꦧꦢꦤꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦗꦱ꧀ꦩꦤꦶꦮꦸꦱ꧀ꦱꦸꦕꦶꦲꦶꦁꦱꦸꦔꦮꦩꦫꦁꦏꦲꦤꦤ꧀ꦗꦠꦶꦠꦤ꧀ꦥꦺꦴꦗꦭꦫꦤ꧀ꦥꦠꦶꦧꦶꦱꦺꦴꦩꦸꦭꦺꦾꦴꦱꦩ꧀ꦥꦸꦂꦤꦮꦭꦸꦪꦲꦸꦫꦶꦥ꧀ꦱꦭꦮꦱꦼꦲꦤꦲꦶꦔꦭꦩ꧀ꦢꦺꦴꦚꦲꦶꦁꦱꦸꦤꦸꦫꦶꦥ꧀ꦠꦸꦩꦼꦏꦤꦼꦲꦭꦩ꧀ꦏꦲꦤꦤ꧀ꦗꦠꦶꦲꦶꦁꦱꦸꦤꦸꦫꦶꦥ꧀ꦱꦏꦏꦺꦴꦢꦿꦠꦶꦫꦢꦠꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦢꦢꦶꦱꦏ꧀ꦕꦶꦥ꧀ꦠꦤꦶꦁꦱꦸꦤꦤꦱꦱꦼꦢꦾꦤꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦠꦼꦏꦱꦏꦂꦱꦤꦶꦁꦱꦸꦤ꧀꧈
“BADANINGSUN JASMANI WUS SUCI,
INGSUN GAWA MARANG KAHANAN JATI TANPO JALARAN PATI, BISO MULYO SAMPURNA WALUYA URIP SALAWASE,
ANA ING ALAM DONYA INGSUN URIP TUMEKANE ‘ALAM KAHANAN JATI INGSUN URIP,
SAKA KODRAT IRADATINGSUN,
DADI SAKCIPTANINGSUN, ANA SASEDYANINGSUN,
TEKA SAKARSANINGSUN.”
“Badan jasmani ku telah suci,
kubawa dalam kehidupan sejati yang tidak diakibatkan kematian, dapat sempurna abadi selamanya, di dunia aku hidup,
sampai di alam sejati aku juga hidup,
dari kodrat iradat KU, terjadilah apa yang KU pikirkan,
apa yang KU inginkan ada dan datang apa yang KU kehendaki”
(Kanjeng Sunan Kalijaga)
Caranya adalah menjalani apa yang disebut LAKU LAMPAH 1000. Detail lakunya sebagai berikut:
1. Menahan hawa nafsu, 1000 HARI (siang dan malam)
2. Menahan Syahwat (Seks), 100 hari (siang dan malam)
3. Tidak berbicara, topo bisu 40 hari (siang dan malam)
4. Puasa padam api (pati geni) 7 hari 7 malam
5. Melek, lamanya 3 hari 3 malam
6. Pati raga/Raga Sukma, tidak bergerak-gerak lamanya sehari semalam
Keterangan sebagai berikut:
Menahan hawa nafsu, bila telah mendapat 900 hari,
lalu diteruskan dengan Menahan syahwat selama 40 hari lalu dirangkap juga dengan Membisu tanpa berpuasa selama 40 hari.
Adapun membisu bila sampai pada 33 hari
dilanjutkan dengan, Pati geni selama 7 hari tujuh malam,
setelah mendapat 4 hari 4 malam dilanjutkan dengan Jaga selama 3 hari tiga malam,
bila sudah mendapatkan 2 hari 2 malam
dilanjutkan dengan Pati raga/Raga Sukma sehari semalam.
Pakar ilmu kebatinan menamakan pati raga dengan kemampuan Meraga Sukma yang sangat bermanfaat karena bisa:
1. Mendekatkan yang jauh,
2. Apa yang dipikirkan akan terjadi
3. Mendatangkan apa yang dikehendaki,
4. Sangat bermanfaat bila digunakan di jalan yang benar termasuk bila telah sampai pada sakaratul maut.
5. Sarana melatih kenyataan, supaya dapat mengetahui pisah
dan kumpulnya Kawula dan Gusti.
NB :
Waspada: Saat latihan harus serius dan dipandu oleh yang sudah menguasai karena kita akan melewati alam kematian. Bila lengah akan mengakibatkan kematian permanen.
Adapun cara Pati Raga/Raga Sukma
sebagai berikut:
1. Tangan Sedekap dengan kaki lurus berdempet, menutup kesemua lubang, jari-jari kedua belah tangan saling bersilang, ibu jari bertemu keduanya, lalu ditumpangkan di dada. Dalam sikap tidur itu kedua belah kaki diluruskan, ibu jari kaki saling bertemu, kelamin diamankan agar tidak terhimpit paha.
2. Pandangan memandang lurus dari ujung hidung lurus ke dada hingga tampak lurus melalui pusar hingga memandang ujung jari. Setelah semuanya dapat terlihat lurus maka memulai menarik nafas tadi.
Dari kiri tariklah kekanan dan dari arah kanan tariklah kekiri. Kumpulnya menjadi satu berada di pusar beberapa saat lamanya, maka tariklah keatas pelan-pelan jangan tergesa-gesa.
Kumpulkan nafas, tanafas, anafas, nufus gaib lalu pejamkan mata dengan perlahan-lahan, mengatubkan bibir dengan rapat, gigi dengan gigi bertemu.
Pada saat itulah heningkan cipta, menyerah dengan segenap perasaan yang telah menyatu, pasrah kepada diri sejati kita pribadi.
Setelah itu, baca dengan kesadaran batin dibawah ini:
Bismillahirohmanirrohiim ..
MANTRA1
꧋ꦆꦁꦱꦸꦤ꧀ꦝꦗꦠꦶꦁꦒꦸꦱ꧀ꦠꦶꦏꦔꦱꦶꦥꦠꦼꦱꦲꦁꦭꦶꦩ꧀ꦥꦸꦠꦶꦲꦶꦁꦏꦮꦸꦭꦤꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦠꦸꦁ
ꦒꦭ꧀ꦢꦢꦶꦱꦏꦲꦤꦤ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦂꦤꦱꦏꦲꦶꦁꦏꦸꦢꦿꦠꦶꦁꦱꦸꦤ꧀꧈
INGSUN DZATING GUSTI KANG ASIFAT ESA, ANGLIMPUTI ING KAWULANINGSUN, TUNGGAL DADI SAKAHANAN, SAMPURNA SAKA ING KUDRATINGSUN.
===Aku mengumpulkan Kawula Gusti yang bersifat Esa, meliputi dalam kawulaku, satu dalam satu keadaan dari kodrat-Ku=.
MANTRA 2
꧋ꦆꦁꦱꦸꦤ꧀ꦝꦗꦠ꧀ꦏꦔꦩꦲꦱꦸꦕꦶꦏꦁꦱꦶꦥꦠ꧀ꦭꦁꦒꦼꦁꦏꦔꦩ
ꦸꦂꦧꦲꦩꦶꦱꦼꦱꦏꦁꦏꦮꦱꦏꦁꦱꦩ꧀ꦥꦸꦂꦤꦤꦶꦭ꧀ꦩꦭꦮꦭ
ꦸꦪꦲꦶꦁꦗꦠꦶꦤꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦏꦭꦮꦤ꧀ꦏꦸꦢꦿꦠꦶꦁꦱꦸꦤ꧀꧈
INGSUN DZAT KANG AMAHA SUCI KANG SIFAT LANGGENG, KANG AMURBA AMISESA KANG KAWASA, KANG SAMPURNA NILMALA WALUYA ING JATININGSUN KALAWAN KUDRATINGSUN.
===Aku sebenarnya Dzat Yang Maha Suci, bersifat kekal, menguasai segala sesuatu, sempurna tanpa cacat, kembali pada hakekat-Ku, karena kodrat-Ku.
MANTRA 3
꧋ꦆꦁꦱꦸꦤ꧀ꦝꦗꦠ꧀ꦏꦁꦩꦲꦭꦸꦲꦸꦂꦏꦁꦗꦸꦩꦼꦤꦼꦁꦫꦠꦸꦲꦒꦸꦁꦏꦔꦩꦸꦂꦧꦲꦩꦶꦱꦼꦱꦏꦁꦏꦮꦱꦲꦤ꧀ꦢꦢꦼꦏꦏꦼꦲꦶꦁꦏꦫꦠꦺꦴꦤꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦏꦔꦒꦸꦁꦏꦔꦩꦲꦩꦸꦭꦾꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦮꦼꦁꦏꦸꦱꦩ꧀ꦥꦸꦂꦤꦱꦏꦥꦿꦧꦺꦴꦤꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦱꦁꦏꦼꦥ꧀ꦱꦲꦶꦱꦼꦤꦶꦱꦼꦤꦶꦁꦏꦫꦠꦺꦴꦤꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦥꦼꦥꦏ꧀ꦱꦧꦭꦤꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦏꦧꦼꦲꦺꦴꦫꦲꦤꦏꦁꦏꦼꦏꦸꦫꦔꦤ꧀ꦧꦪꦂꦒꦸꦩꦼꦭꦂꦢꦢꦶꦱꦕꦶꦥ꧀ꦠꦤꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦏꦧꦼꦃꦱꦏꦲꦶꦁꦏꦸꦢꦿꦠꦶꦁꦱꦸꦤ꧀꧈
INGSUN DZAT KANG MAHA LUHUR KANG JUMENENG RATU AGUNG, KANG AMURBA AMISESA KANG KAWASA, ANDADEKAKE ING KARATONINGSUN KANGA GUNG KANG AMAHA MULYA. INGSUN WENGKU SAMPURNA SAKAPRABONINGSUN, SANGKEP, SAISEN-ISENING KARATONINGSUN, PEPAK SABALANINGSUN, KABEH ORA ANA KANG KEKURANGAN, BYAR GUMELAR DADI SACIPTANINGSUN KABEH SAKA ING KUDRATINGSUN.
===Aku Dzat yang Maha Luhur, yang menjadi Raja Agung. Yang menguasai segala sesuatu, yang kuasa menjadikan istana-Ku, yang Agung Maha Mulia, Ku Kuasai dengan sempurna dari kebesaran-Ku, lengkap dengan segala isinya Keraton-Ku, lengkap dengan bala tentara-Ku, tidak ada kekurangan, terbentang jadilah semua ciptaanKu, ada segala yang Ku-inginkan, karena kodrat-Ku.
MANTRA 4
꧋ꦗꦶꦱꦶꦩꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦏꦁꦏꦫꦶꦲꦤꦲꦶꦔꦭꦩ꧀ꦢꦸꦚꦪꦼꦤ꧀ꦮꦶꦱꦤꦗꦩꦤ꧀ꦏꦫꦩꦠ꧀ꦏꦔꦩꦲꦩꦸꦭꦾꦮꦸꦭꦸꦏꦸꦭꦶꦠ꧀ꦢꦒꦶꦁꦒꦼꦠꦶꦃꦧꦭꦸꦁꦱꦸꦁꦱꦸꦩ꧀ꦱꦥꦤꦸꦁꦒꦭꦤꦼꦏꦧꦼꦲꦱꦊꦱꦏꦲꦶꦁꦕꦃꦪꦩꦸꦭꦶꦲꦩꦫꦶꦁꦕꦃꦪꦱꦩ꧀ꦥꦸꦂꦤꦧꦭꦶꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦩꦤꦼꦃꦱꦏꦲꦶꦁꦏꦺꦴꦢꦿꦠꦶꦁꦱꦸꦤ꧀꧈
JISIMINGSUN KANG KARI ANA ING ALAM DUNYA, YEN WIS ANA JAMAN KARAMAT KANG AMAHA MULYA, WULU KULIT DAGING GETIH BALUNG SUNGSUM SAPANUNGGALANE KABEH, ASALE SAKA ING CAHYA MULIHA MARING CAHYA, SAMPURNA BALI INGSUN MANEH, SAKA ING KODRATINGSUN.
===Aku meracut jisim-Ku yang masih tertinggal di alam dunia, bila telah tiba di zaman keramatullah yang Maha Mulia, bulu, kulit, kuku, darah, daging, tulang, sungsum keseluruhannya, yang berasal dari cahaya, yang berasal dari bumi, api, angin, bayu kalau sudah kembali kepada anasir-Ku sendiri-sendiri, lalu aku racut menjadi satu dengan sempurna kembali kepada-Ku, karena kodrat-Ku.
MANTRA 5
꧋ꦄꦏꦸꦩꦼꦤꦫꦶꦏꦤꦏ꧀ꦏꦸꦪꦁꦱꦸꦢꦃꦥꦸꦭꦁꦏꦼꦫꦃꦩꦠꦸꦭ꧀ꦭꦃꦏꦏꦶꦤꦶꦤꦶꦲꦪꦲꦶꦧꦸꦲꦤꦏ꧀ꦢꦤꦶꦱ꧀ꦠꦼꦫꦶꦱꦼꦩꦸꦲꦢꦫꦃꦏꦸꦪꦁꦩꦼꦩꦁꦱꦭꦃꦠꦼꦩ꧀ꦥꦠ꧀ꦚꦱꦼꦩꦸꦲꦚꦲꦏꦸꦠꦫꦶꦏ꧀ꦩꦼꦤ꧀ꦗꦢꦶꦱꦠꦸꦢꦼꦔꦤ꧀ꦏꦼꦲꦢꦲꦤ꧀ꦏꦸꦩꦸꦭꦶꦲꦱꦼꦩ꧀ꦥꦸꦂꦤꦏꦉꦤꦏꦺꦴꦢꦿꦠ꧀ꦏꦸꦲꦏꦸꦩꦼꦔꦸꦏꦸꦠ꧀ꦏꦼꦲꦢꦲꦤ꧀ꦢꦸꦤꦶꦲꦲꦏꦸꦗꦢꦶꦏꦤ꧀ꦱꦠꦸꦢꦼꦔꦤ꧀ꦏꦼꦲꦢꦲꦤ꧀ꦏꦸꦏꦉꦤꦏꦺꦴꦢꦿꦠ꧀ꦏꦸꦏꦼꦠꦸꦫꦸꦤꦤ꧀ꦏꦸꦪꦁꦩꦱꦶꦃꦠꦼꦂꦠꦶꦁꦒꦭ꧀ꦢꦶꦲꦭꦩ꧀ꦢꦸꦤꦶꦲꦱꦼꦩꦸꦲꦚꦱꦼꦩꦺꦴꦒꦩꦼꦤ꧀ꦢꦥꦠ꧀ꦏꦤ꧀ꦏꦼꦧꦲꦒꦶꦲꦲꦤ꧀ꦏꦪꦢ
ꦤ꧀ꦠꦼꦂꦲꦺꦴꦂꦩꦠ꧀ꦗꦔꦤ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦲꦶꦲꦢꦪꦁꦏꦼꦏꦸꦫꦔꦤ꧀ꦢꦫꦶꦏꦺꦴꦢꦿꦠ꧀ꦏꦸ꧉
AKU MENARIK ANAK-KU YANG SUDAH PULANG
KERAHMATULLAH, KAKI, NINI, AYAH, IBU, ANAK DAN ISTERI, SEMUA DARAH-KU YANG MEMANG SALAH TEMPATNYA, SEMUANYA AKU TARIK MENJADI SATU DENGAN KEADAAN-KU, MULIA SEMPURNA KARENA KODRAT-KU. AKU MENGUKUT KEADAAN DUNIA, AKU JADIKAN SATU DENGAN KEADAANKU, KARENA KODRAT-KU. KETURUNANKU YANG MASIH TERTINGGAL DI ALAM DUNIA, SEMUANYA SEMOGA MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN, KAYA DAN TERHORMAT, JANGAN SAMPAI ADA YANG KEKURANGAN, DARI KODRAT-KU.
MANTRA 6
꧋ꦄꦏꦸꦩꦼꦔꦩꦭ꧀ꦏꦤꦗꦶꦥꦼꦔꦱꦶꦃꦏꦼꦥꦢꦱꦼꦩꦸꦲꦩꦃꦏ꧀ꦭꦸꦏ꧀ꦏꦸꦧꦼꦱꦂꦏꦼꦕꦶꦭ꧀ꦠꦸꦲꦩꦸꦢꦭꦏꦶꦭꦏꦶꦥꦼꦉꦩ꧀ꦥꦸꦲꦚꦁꦩꦼꦤ꧀ꦢꦼꦔꦂꦢꦤ꧀ꦩꦼꦭꦶꦲꦠ꧀ꦱꦼꦩꦺꦴꦒꦮꦼꦭꦱꦱꦶꦃꦥꦢꦏꦸꦏꦉꦤꦏꦺꦴꦢꦿꦠ꧀ꦏꦸ꧉
AKU MENGAMALKAN AJI PENGASIH, KEPADA SEMUA MAHKLUK-KU, BESAR, KECIL, TUA, MUDA, LAKI-LAKI, PEREMPUAN, YANG MENDENGAR DAN MELIHAT SEMOGA WELAS ASIH PADAKU, KARENA KODRAT-KU.
MANTRA 7
꧋ꦄꦏꦸꦩꦼꦤꦼꦫꦥ꧀ꦏꦤ꧀ꦢꦪꦏꦼꦱꦏ꧀ꦠꦶꦲꦤ꧀ꦏꦼꦥꦢꦱꦼꦩꦸꦲꦩꦃꦏ꧀ꦭꦸꦏ꧀ꦏꦸꦧꦫꦁꦱꦶꦲꦥꦪꦁꦠꦶꦢꦏ꧀ꦩꦼꦔꦶꦤ꧀ꦢꦃꦏꦤꦏꦸꦲꦏꦤ꧀ꦠꦼꦂꦏꦼꦤꦲꦏꦶꦧꦠ꧀ꦢꦫꦶꦏꦼꦱꦏ꧀ꦠꦶꦲꦤ꧀ꦏꦸꦏꦉꦤꦏꦺꦴꦢꦿꦠ꧀ꦏꦸ꧉
AKU MENERAPKAN DAYA KESAKTIAN,
KEPADA SEMUA MAHKLUK-KU, BARANG SIAPA YANG TIDAK MENGINDAHKAN AKU,
AKAN TERKENA AKIBAT DARI KESAKTIAN-KU,
KARENA KODRAT-KU.
Setelah selesai membaca mantra di atas, hati ditenangkan dan rasakan sensasinya. Kadang muncul sesak nafas namun harus ditertibkan lagi selalu ingat pada Tuhan dan sentosa. Penting untuk menjaga agar jangan sampai kacau balau pernapasan karena nafas itu ikatan badan berada di hati dan menjadi jembatan yang menghubungkan antara fikiran dan hati.
Bila sudah begitu roh larut lalu terasalah kram seluruh organ tubuh, mengakibatkan mata menjadi kabur, telinga menjadi lemas, hidungpun lemah lubang hidung menciut, lidah mengerut, akhirnya cahaya suram, suara hilang, yang tinggal hanyalah hidupnya fikir dan dzikir saja.
Kita akan merasakan nikmat pada seluruh bagian tubuh, melebihi kenikmatan ketika mengeluarkan rahsa saat bersenggama.
Pada saat itulah di batin akan muncul tekad yang kuat bahwa kita ini hidup langgeng karena ada Dzat yang Maha Hidup di dalam diri kita dan kita akan karam dimabuk rindu pada DZAT-NYA….
0 Response to "AJI PANGRACUTAN SUNAN KALIJAGA "
Posting Komentar